Sabtu, 23 April 2011

Tips Agar anak mau Makan

Tips Agar anak mau Makan
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7658234 

Seni melukis makanan
Oleh Edwina, Kontributor Bisnis Indonesia





Para penggemar kebudayaan pop Jepang pasti tidak asing dengan bento. Bento mudah ditemukan dalam serial drama (dorama), anime, atau komik keluaran Jepang. Para tokoh dalam dorama, anime, atau komik digambarkan suka membawa bento ke sekolah, kampus, kantor atau piknik.

Bento sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bekal makanan, hanya tampilannya lebih unik dan menarik. Tidak jarang kita berdecak kagum sembari berkomentar tentang betapa niatnya mereka dalam menyiapkan bekal makanan.

Kecintaan orang Jepang kepada bento berujung terciptanya seni menghias bento atau dikenal dengan kyaraben (character bento). Orang Jepang menghias bento dengan berbagai karakter anime atau kartun favorit.

Kreativitas menghias bento ini ditampilkan di Internet maupun buku. Para pelaku kyaraben berlomba-lomba mengupload bento kreasi mereka melalui forum khusus. Melalui Internet pula, Lukman Setiawan Wihardja mengenal kyaraben 4 tahun lalu.


“Orangtua bisa menyiasati agar
anak mau makan dengan penyajian
ala kyaraben ini.”



Tampilan bento yang menarik ibarat karya seni membuat Lukman tertarik mencoba mempraktikkan kyaraben. Berbekal informasi yang diperoleh dari Internet, Lukman mulai berburu alat dan bahan untuk kyaraben. Awalnya kolektor action figure ini harus memesan peralatan melalui toko online.

Menurut Lukman, peralatan utama kyaraben adalah art knife, gunting, dan pinset. Kemudian, ada cetakan nasi berbentuk tokoh kartun, paper punch, dan food cutter. Food cutter memiliki beragam jenis, seperti bunga, hewan, bintang, matahari, dan sebagainya.

Bahan makanan yang bisa dimanfaatkan untuk kyaraben antara lain nasi, sosis, spaghetti, pasta, rumput laut kering (nori), cokelat, keju, kacang polong, kacang merah, edamame, telur dadar, mentimun, lobak, ham, dan selada. Bahan makanan inilah yang akan diolah untuk menciptakan character bento.

Ketika pertama kali mencoba kyaraben, Lukman menghabiskan waktu hingga 2 jam. Saat itu, dia membuat karakter Hello Kitty dan beruang. Nasi dicetak menggunakan
cetakan khusus.





Kemudian, detail wajah diperjelas dengan nori, wortel, dan jagung sehingga nasi tersebut menyerupai karakter asli. Detail wajah seperti alis, mata, hidung, dan bibir biasanya dibuat dengan paper punch, memakai nori. Nori yang telah dibentuk ini kemudian diletakkan dengan pinset ke permukaan nasi.

Lukman yang hobi memasak ini memberanikan diri menggarap kyaraben untuk bingkisan ulang tahun sang putra, Jonathan pada Juli 2009. Bingkisan yang tidak biasa ini menuai pujian karena unik dan menarik. Kejadian ini tidak lantas membuat Lukman serius menekuni kyaraben. Lukman baru menerima pesanan kyaraben pertama pada April 2010.

Pemesan meminta karakter Naruto sebagai hiasan bento. Lukman menggunakan pasta yang dibuat sendiri sebagai bahan utama. Pertama, gambar Naruto dicetak dengan kertas dan ditempelkan ke karton. Setiap karakter mempunyai lebih dari satu bagian pola (part). Hal ini bertujuan demi menghasilkan kemiripan dengan wujud asli.

Pola diletakkan di atas permukaan pasta dan bagian per bagian dipotong mengikuti pola memakai art knife. Naruto mempunyai tiga pola dasar, yaitu wajah keseluruhan, rambut, dan hiasan kepala. Setelah disusun, perlu ditambahkan detail mata, alis, dan mulut. Proses pembuatan karakter ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran karena berurusan dengan benda-benda berukuran mungil.





“Karakter Pikachu itu paling mudah dimuat karena polanya hanya tiga bagian. Paling sulit membuat karakter putri-putri keluaran Disney. Polanya bisa mencapai dua puluhan karena wajahnya menyerupai manusia,” kata Lukman.

Pria asal Bandung ini serius menekuni kyaraben setelah menerima pesanan pertamanya itu. Dia merintis usaha katering khusus bento bernama My Meal Box di mana setiap bento berhias aneka karakter animasi, games, dan komik anak-anak.

Lukman dibantu empat pegawai dalam menjalankan katering. Para pekerja bertugas menyiapkan masakan dan pengemasan sedangkan Lukman mengerjakan pembuatan kyaraben. Menu katering bento memadukan olahan daging khas Jepang seperti chicken katsu, ebi furai, karaage, sayuran, dan buah. My Meal Box khusus menerima pesanan bento untuk pesta ulang tahun anakanak.

“Kyaraben merupakan karya seni dan buah kreativitas. Saya menyukainya karena kyaraben menggabungkan hobi masak dan kecintaan saya terhadap dunia anak-anak. Para orangtua juga bisa menyiasati agar anak mau makan dengan penyajian ala kyaraben ini,” ujar Lukman.


Berbagi ilmu

Sejak awal 2011, Lukman membuka kursus kyaraben berdasarkan permintaan para pengunjung situs www.mymealbox.com. Kursus kyaraben berlangsung 2,5 jam – 3 jam dalam satu kali pertemuan dan ditangani langsung oleh Lukman. Peminat kursus ini umumnya para ibu yang ingin bereksperimen dalam memasak untuk anak. Lukman memberikan materi kyaraben dua kali dalam seminggu.

Biaya kursus singkat ini berkisar Rp375.000 – Rp900.000 bergantung pada jumlah peserta kursus. Kursus berlangsung interaktif dengan demo dan praktik langsung sehingga semua peserta bisa mendapat pengalaman membuat kyaraben.





Salah satu peserta kursus, Husnatul Aini mengaku tertarik mengikuti kursus kyaraben karena menyukai tampilan bento yang unik. Ibu satu anak ini ingin menyajikan bekal yang sehat dan spesial untuk anaknya yang berusia 2,5 tahun ketika bersekolah nanti.

Alasan berbeda dikemukakan Mama Ken, peserta kursus lainnya. Berkat ikut kursus bento, dia berhasil membuat sang putra mengonsumsi telur. Sebelumnya, putranya yang berusia 6 tahun tidak mau makan telur. Setelah Mama Ken menciptakan Sponge Bob dari telur
untuk hiasan bento, anaknya mau makan telur. Menurut dia, kyaraben merupakan salah satu cara agar anak mau mencoba aneka makanan.


Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar